Kisah para Nabi dan Rasul Allah yang berjumlah 25 menjadi teladan yang mulia untuk kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Berikut kisah 25 Nabi dan Rasul Allah sebagaimana Al-Qur'an menceritakannya.
Silahkan anda download secara gratis di link 4shared berikut:
Kumpulan kisah Nabi dan Rasul
Baca juga artikel lain berikut:
Kumpulan kisah Islami
Rantai makanan, jaring2 makanan, simbiosis dan predasi
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 16 Oktober 2012
Minggu, 07 Oktober 2012
download rpp dan silabus berkarakter kimia SMA,MA
Anda guru kimia tingkat SMA/MA? Jika ya, anda pasti akan sangat membutuhkan perangkat pembelajaran tentunya perangkat pembelajaran terbaru seperti rpp dan silabus berkarakter. Bagi anda yang membutuhkannnya anda dapat mendownloadnya pada link berikut:
rpp berkarakter kimia SMA/MA
silabus berkarakter kimia SMA/MA
Anda juga bisa mendownload rpp dan silabus untuk mata pelajaran lainnya berikut
download rpp dan silabus berkarakter bahasa Inggris SMA/MA
download rpp dan silabus berkarakter biologi SMA/MA
rpp berkarakter kimia SMA/MA
silabus berkarakter kimia SMA/MA
Anda juga bisa mendownload rpp dan silabus untuk mata pelajaran lainnya berikut
download rpp dan silabus berkarakter bahasa Inggris SMA/MA
download rpp dan silabus berkarakter biologi SMA/MA
Kamis, 04 Oktober 2012
Download silabus dan rpp berkarakter bhs. Inggris SMA,MA
Menjadi seorang guru mengharuskan anda untuk menyiapkan perangkat pembelajaran diantaranya silabus dan rpp berkarakter. Bagi anda guru bahasa Inggris untuk tingkat SMA/MA, berikut link untuk mendownload rpp dan silabus berkarakter bahasa Inggris:
Download silabus Bahasa Inggris berkarakter SMA/MA
Download rpp berkarakter Bahasa Inggris SMA/MA
Dapatkan juga silabus dan rpp mata pelajaran lain berikut:
Download silabus dan rpp berkarakter biologi SMA/MA
Download program semester dan program tahunan SMA/MA
Download silabus Bahasa Inggris berkarakter SMA/MA
Download rpp berkarakter Bahasa Inggris SMA/MA
Dapatkan juga silabus dan rpp mata pelajaran lain berikut:
Download silabus dan rpp berkarakter biologi SMA/MA
Download program semester dan program tahunan SMA/MA
Rabu, 03 Oktober 2012
Download rpp dan silabus berkarakter biologi SMA,MA
Guru yang baik pasti akan mempersiapkan perangkat pembelajaran yang menunjang suksesnya proses belajar mengajar di kelas. Setiap pergantian kurikulum pasti akan diikuti oleh pergantian konsep dan format perangkat pembelajaran. Untuk rpp dan silabus misalnya, terdapat penambahan item nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa dan tambahan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi pada tahap inti pembelajaran. Bagi anda yang membutuhkan rpp dan silabus berkarakter biologi SMA/MA, anda bisa mendownloadnya di link berikut:
Silabus berkarakter biologi SMA/MA
rpp berkarakter biologi SMA/MA
Selain perangkat di atas, anda juga bisa mendownload perangkat pembelajaran SMA/MA biologi lainnya berikut:
Download program semester dan program tahunan biologi SMA/MA
Silabus berkarakter biologi SMA/MA
rpp berkarakter biologi SMA/MA
Selain perangkat di atas, anda juga bisa mendownload perangkat pembelajaran SMA/MA biologi lainnya berikut:
Download program semester dan program tahunan biologi SMA/MA
Selasa, 02 Oktober 2012
pengertian, langkah penelitian kuantitatif dan kualitatif
A. Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah jenis
penellitian yang menggunakan rancangan penelitian berdasarkan prosedur
statistic atau dengan cara lain dari kuantifikasi untuk mengukur variable
penelitiannya.
Contoh: dari 240 orang, 79% dari populasi sampel,
mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa depan
mereka dari setahun yang lalu hingga hari ini.
Langkah-langkah penelitian
kuantitatif adalah;
1) Tahap
Konseptual (Merumuskan dan membatasi masalah, meninjau kepustakaan yang
relevan,mendefinisikan kerangka teoritis, merumuskan hipotesis).Tahap ini
termasuk merenungkan, berpikir, membaca, membuat konsep, revisi konsep,
teoritisasi, bertukar pendapat, konsul dengan pembimbing, dan penelusuran
pustaka. Mengeksploitasi, perumusan, dan penentuan masalah yang akan
diteliti. Penelitian kuantitatif dimulai dengan kegiatan menjajaki permasalahan
yang akan menjadi pusat perhatian peneliti dan kemudian peneliti mendefinisikan
serta menformulasikan masalah penelitian tersebut dengan jelas sehingga mudah
dimengerti.
2) Fase
Perancangan dan Perencanaan (memilih rancangan penelitian, mengidentifikasi
populasi yang diteliti, mengkhususkan metode untuk mengukur variabel
penelitian, merancang rencana sampling, mengakhiri dan meninjau rencana
penelitian, melaksanakan pilot penelitian dan membuat revisi). Mendesain
model penelitian dan paramater penelitian. Setelah masalah penelitian
diformulasikan maka peneliti mendesain rancangan penelitian, baik desain model
maupun penentuan parameter penelitian, yang akan menuntun pelaksanaan
penelitian mulai awal sampai akhir penelitian.
3) Mendesain instrumen pengumulan data
penelitian. Agar dapat melakukan pengumpulan data penelitian yag sesuai dengan
tujuan penelitian, maka desain instrumen pengumpulan data menjadi alat perekam
data yang sangat penting di lapangan.
4) Fase Empirik (pengumpulan data,
penyiapan data untuk analisis)
Mengumpulkan data penelitian dari lapangan.
5) Fase Analitik (analisis data,
penafsiran hasil)
Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian. Data yang
dikumpulkan dari lapangan diolah dan dianalisis untuk menemukan
kesimpulan-kesimpulan, yang diantaranya kesimpulan dari hasil pengujian
hipotesis penelitian.
6) Fase Diseminasi
Mendesain laporan hasil penelitian. Pada tahap akhir, agar
hasil penelitian dapat dibaca, dimengerti dan diketahui oleh masyarakat luas,
maka hasil penelitian tersebut disusun dalam bentuk laporan hasil penelitian.
Penelitian
kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi
karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung
dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian.
Langkah-Langkah
Penelitian Kualitatif
1.
Perencanaan
Meliputi perumusan dan pembatasan masalah serta merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diarahkan pada kegiatan pengumpulan data. Kemudian merumuskan situasi penelitian, satuan dan lokasi yang dipilih serta informasn-informan sebagai sumber data. Deskripsi tersebut merupakan pedoman bagi pemilihan dan penentuan sampel purposif
Meliputi perumusan dan pembatasan masalah serta merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diarahkan pada kegiatan pengumpulan data. Kemudian merumuskan situasi penelitian, satuan dan lokasi yang dipilih serta informasn-informan sebagai sumber data. Deskripsi tersebut merupakan pedoman bagi pemilihan dan penentuan sampel purposif
2.
Memulai Pengumpulan Data
Sebelum pengumpulan data dimulai, peneliti berusaha menciptakan hubungan baik, menumbuhkan kepercayaan serta hubungan yang akrab dengan individu-individu dan kelompok yang menjadi sumber data. Peneliti memulai wawancara dengan beberapa informan yang telah dipilih kemudian dilanjutkan dengan teknik bola salju. Pengumpulan data melalui interview dilengkapi dengan data pengamatan, dan data dokumen. Data dikelompokkan secara intnesif kemudian diberi kode agar memudahkan dalam analisis data.
Sebelum pengumpulan data dimulai, peneliti berusaha menciptakan hubungan baik, menumbuhkan kepercayaan serta hubungan yang akrab dengan individu-individu dan kelompok yang menjadi sumber data. Peneliti memulai wawancara dengan beberapa informan yang telah dipilih kemudian dilanjutkan dengan teknik bola salju. Pengumpulan data melalui interview dilengkapi dengan data pengamatan, dan data dokumen. Data dikelompokkan secara intnesif kemudian diberi kode agar memudahkan dalam analisis data.
3.
Pengumpulan Data Dasar
Pengumpulan data diintensifkan dengan wawancara yang lebih mendalam, observasi dan pengumpulan dokumen yang lebih intensif. Sementara pengumpulan data terus berjalan, analisis data mulai dilakukan, dan keduanya terus dilakukan berdampingan sampai tidak ditemukan data baru lagi. Deskripsi dan konseptualisasi diterjemahkan dan dirangkumkan dalam diagram-diagram yang bersifat integrative.
Pengumpulan data diintensifkan dengan wawancara yang lebih mendalam, observasi dan pengumpulan dokumen yang lebih intensif. Sementara pengumpulan data terus berjalan, analisis data mulai dilakukan, dan keduanya terus dilakukan berdampingan sampai tidak ditemukan data baru lagi. Deskripsi dan konseptualisasi diterjemahkan dan dirangkumkan dalam diagram-diagram yang bersifat integrative.
4.
Pengumpulan Data Penutup
Pengumpulan data berakhir setelah peneliti meninggalkan lokasi penelitian, dan tidak melakukan pengumpulan data lagi. Batas akhir penelitian tidak bias ditentukan sebelumnya seperti dalam penelitian kuantitatif, tetapi dalam proses penelitian sendiri. Akhir masa penelitian terkait dengan masalah, kedalaman dan kelengkapan data yang diteliti. Peneliti pengakhiri pengumpulan data setelah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan atau ditemukan lagi data baru.
Pengumpulan data berakhir setelah peneliti meninggalkan lokasi penelitian, dan tidak melakukan pengumpulan data lagi. Batas akhir penelitian tidak bias ditentukan sebelumnya seperti dalam penelitian kuantitatif, tetapi dalam proses penelitian sendiri. Akhir masa penelitian terkait dengan masalah, kedalaman dan kelengkapan data yang diteliti. Peneliti pengakhiri pengumpulan data setelah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan atau ditemukan lagi data baru.
Baca juga artikel pendidikan berikut:
Minggu, 30 September 2012
Majas perbandingan, pertentangan, penegasan, perumpamaan dan contohnya
Bahasa Indonesia
memiliki beragam gaya bahasa yang dalam ilmunya lebih dikenal dengan Majas. Majas adalah
bahasa kias yang dipergunakan untuk menimbulkan kesan imajinatif atau
menciptakan efek-efek tertentu bagi pembaca atau pendengarnya. majas atau disebut juga gaya bahasa
adalah pemanfaatan ragam bahasa untuk memperoleh efek-efek tertentu. Majas merupakan
sebuah teknik khusus dengan cara menggunakan bahasa figuratif (bahasa yang
digunakan secara ekspresif). Majas merupakan salah satu gaya bahasa. Walaupun
hingga saat ini banyak masyarakat yang menganggap bahwa majas adalah gaya
bahasa. Majas banyak digunakan dalam teks - teks sastra. Namun terjadang kita
juga bisa menemukan majas dalam kehidupan sehari - hari dimana majas bertujuan
untuk menekankan suatu hal tertentu Majas
terdiri atas: Majas Perbandingan, Majas Pertentangan, Majas Sindiran, dan Majas
Penegasan.
A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk
meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Ditinjau
dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan dibagi menjadi:
1) Asosiasi
atau Perumpamaan
Majas
asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya
berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata
bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.
Contoh
:
a) Semangatnya
keras bagaikan baja.
b) Mukanya
pucat bagai mayat.
c)
Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama
2) Metafora
Metafora
adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan
analogis.
Me·ta·fo·ra
/métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang
sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau
perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang
punggung negara
Contoh:
a)
Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
b)
Raja siang keluar dari ufuk timur
c)
Jonathan adalah bintang kelas dunia.
d)
Harta karunku (sangat berharga)
e)
Dia dianggap anak emas majikannya.
f)
Perpustakaan adalah gudang ilmu.
3) Personifikasi
Personifikasi
adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai
sifat seperti manusia.
Contoh:
a)
Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
b)
Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
c) Peluit
wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.
4) Alegori
Alegori
adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori:
majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang
utuh. Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori
biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Perjalanan
hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang
kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan
yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
5) Simbolik
Simbolik
adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan
benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
a)
Ia terkenal sebagai buaya darat.
b)
Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
c)
Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
d)
Melati, lambang kesucian
e)
Teratai, lambang pengabdian
6) Metonimia
Metonimia
adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk
menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk
benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh:
a) Di
kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
b)
Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
c)
Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)
7) Sinekdok
Sinekdok
adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara
keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a)
Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
Contoh:
(a)
Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b)
Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b)
Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh:
(a)
Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b)
Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
8.
Simile:
Pengungkapan
dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung,
seperti layaknya, bagaikan, " umpama",
"ibarat","bak", bagai".
Contoh:
Kau
umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta
berkorban apa saja.
B.
Majas Pertentangan
Majas
Pertentangan adalah
“Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan
sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau
meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Jenis-jenis
Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.
1) Antitesis
Antitesis
adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua
muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b)
Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.
2) Paradoks
Paradoks
adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku
merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b)
Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.
3) Hiperbola
Majas
hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya
dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh:
a)
Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b)
Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
4) Litotes
Litotes
adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari
kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan
diri.
Contoh:
a)
Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b)
Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?
C.
Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk
meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas
sindirian dibagi menjadi:
1) Ironi
Ironi
adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan denganmaksud menyindir.
Contoh:
a) Ini
baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b)
Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.
2) Sinisme
Sinisme
adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh
:
a)
Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang
terpelajar sepertimu.
b)
Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.
3)
Sarkasme
Sarkasme
adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh
orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau
muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b)
Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!
D.
Majas Penegasan
Majas
Perbandingan ialah kata-kata
berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya
terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk
berikut.
1) Pleonasme
Pleonasme
adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud
menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a)
Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b)
Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.
2) Repetisi
Repetisi
adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a)
Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b)
Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita
sambut putra bangsa.
3) Paralelisme
Paralelisme
adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta
adalah pengertian
Cinta
adalah kesetiaan
Cinta
adalah rela berkorban
4) Tautologi
Tautologi
adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah
kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata
bersinonim.
Contoh:
a)
Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b)
Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.
5) Klimaks
Klimaks
adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut dan makin lama makin
meningkat.
Contoh:
a)
Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b)
Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak
mencampuri urusan pribadi seseorang.
6) Antiklimaks
Antiklimaks
adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut yang makin lama
menurun.
a)
Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di
kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.
7) Retorik
Retorik
adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya
memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
a)
Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b)
Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
d.
Majas Pertentangan
Baca juga artikel pendidikan berikut:
Langganan:
Postingan (Atom)

